Pandemi Covid-19 tentu telah mengubah
kehidupan kita secara keseluruhan, baik secara ilmu kesehatan dan pengetahuan,
ekonomi dan sosial. Pandemi Covid-19 tidak hanya mengacam kesehatan fisik,
ekonomi dan sosial saja, namun juga kesehatan jiwa dan mental setiap individu.
Hal ini ditandai sejak virus corona mewabah keseluruh dunia yang menyebabkan
timbulya kecemasan dan kepanikan masyarakat. Wabah covid-19 semakin meluas dan
menjangkiti ratusan Negara termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri, julah
pasien covid-19 terus meningkat setiap harinya.
Hal ini tentu menambah kepanikan
masyarakat, ditambah lagi pemerintah menganjurkan untuk melakukan physical distancing, yang menimbulkan
efek emosional antara keluarga, sahabat , dan rekan kerja. Anjuran jaga jarak
ini tentu mengharuskan setiap orang berada dirumah dalam melakukan kegiatan
sehari-harinya seperti dala bekerja, belajar dan beribadah. Perubahan ini tentu
mengharuskan setiap orang beradaptasi dengan hal ini, yang tidak cenderung
mengakibatkan timbulnya stress bagi beberapa orang. Misalnya, pekerja harian
yang harus bekerja diluar rumah untuk mendapatkan pendapatan harian harus
terhalang karena anjuran untuk berada dirumah saja, sehingga pekerja kehilangan
pendapatannya.
Selain itu, dalam hal belajar yang
biasanya dilakukan di sekolah atau di kampus harus dirumahkan untuk menghindari
meluasnya penyebaran wabah covid-19 ini. Maka diterapkan metode pembelajaran
baru yaitu melalui kelas online. Tentu bagi siswa dan mahasiswa harus
berdaptasi dengan sistem dan metode pembelajaran baru ini.
Dalam hal beribadah juga akan mengalami
perubahan dimana dulunya beribadah di rumah ibadah bersama dengan Jemaah dan
jemaat lainnya. Setelah adanya pandemi covid-19 ini umat beragama dianjurkan
untuk beribadah dirumah saja untuk menghindari berkumpul bersama diwaktu yang
lama.
Tekanan yang
berlangsung selama masa pandemi
Beberapa perubahan selama wabah covid-19
ini terjadi tentu memerlukan adapatasi bagi semua orang yang tentunya tidak
mudah sehingga tidak jarang mempengaruhi orang yng sehat secara fisik dan
mental. Beberapa kelompk yang rentan mengalami stress psikologis selama masa
pandemic adalah anak-anak, remaja, lansia dan petugas medis. Tekanan yang
berlangsung selama masa pandemi ini dapat berupa gangguan:
1. Ketakutan
dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang
terdekat
2. Perubahan
pola tidur dan pola makan
3. Bosan
dan stress karena terus menerus berada di rumah, terutama pada anak-anak
4. Sulit
berkonsentrasi
5. Penyalahgunaan
alkohol dan obat-obatan
6. Memburuknya
kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan
hipertensi
7. Munculnya
gangguan psikosomatis yaitu keluhan
fisik yang disebabkan faktor psikis atau mental
Pihak-Pihak
yang memerlukan perhatian khusus saat Pandemi Covid-19
WHO
Indonesia sebagai organisasi kesehatan dunia yang berada di Indonesia juga
sangat gencar mengkampanyekan kesehatan jiwa saat pandemi covid-19. Bahwa pada
saat ini, kita bersama-sama harus saling membantu dan menjaga satu sama lain.
Beberapa pihak yang membutuhkan perhatian khusus dalam menghadai stress dan
rasa cemas selama pandemi sebagai berikut:
a. Pasien Covid-19
Menjadi pasien covid-19
tidak hanya berdampak kepada kesehatan fisik pasien tetapi juga kesehatan
jiwanya. Pasien rentan untuk mejadi cemas dan panik bahkan ada yang menyerah
untuk sehat kembali. Dimulai dari saat pasien menunjukkan gejala covid-19 dan
dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, pasien cenderung akan
merasa dikucilkan dan mudah mengalami kecemasan. Maka pasien membutuhkan
semangat dari orang-orang terdekat dan tenaga kesehatan untuk membantu pasien
sembuh. Bisa dilakukan dengan cara mengajak untuk berolahraga dan memberikan
vitamin dan probiotik untuk pasien.
Pasien juga harus tetap
didampingi secara psikis ketika harus mengikuti prosedur test covid-19 terutama
bagi pasien yang masih belum paham apapun tentang penyakit ini. Melalui
kata-kata dan dorongan semangat diharapkan pasien memiliki keinginan untuk
sembuh. Selama pasien berada dalam masa karantina keluarga dapat berkomunikasi
melalui telepon dan video call untuk menyemangati.
b. Keluarga Pasien Covid-19
Melihat keluarga kita
sedang sakit tentu bukanlah hal yang mudah, cenderung kita sebagai keluarga
yang harus menyemangati pasien berbalik putus asa. Terlebih itu, kita sebagai
keluarga terdekat juga berpotensi terserang covid-19. Maka, kita harus saling
menguatkan dengan mematuhi prosedur kesehatan yang berlaku dan bersama-sama
anggota keluarga lainnya menjalankan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran
yang lebih lanjut.
Selain itu, keluarga
yang kehilangan anggota keluarga yang dicintai tidaklah mudah. Sebagian ada
yang merasa putus asa dan ada juga yang kembali semangat menjalani hidup.
Bersedih tentu boleh, namun semua yang terjadi adalah takdir dan kita harus
menerimanya.
c.
Tenaga
Kesehatan
Tenaga kesehatan yang
berjuang digaris terdepan rentan mengalami stress yang berlebih dan rasa lelah
yang diakibatkan oleh pekerjaan disebabkan karena jadwal pekerjaan yang
bertambah dan tidak teratur demi menyembuhkan para pasien. Terlebih resiko
pekerjaan yang besar dimana berpotensi terserang covid-19 saat merawat pasien.
Untuk mengurangi beban
pikiran dan rasa stress dapat dilakukan dengan membicarakan perasaan anda dengan orang yang bisa dipercayai. Selain
itu, ketua tim atas manajer di fasilitas kesehatan harus melakukan beberapa hal
sebagai berikut:
- Melakukan rotasi pekerjaan
- Menerapkan sistem kemitraan dengan memasangkan pekerja yang kurang dengan yang lebih ahli
- Menyediakan akses layanan psikososial untuk para staf
- Menyediakan waktu bagi tenaga kesehatan yang tidak bisa pulang ke rumah untuk berbincang dengan keluarga melalui telepon atau video call.
d. Korban PHK dan Pekerja harian yang
kehilangan pendapatan
Korban PHK dan pekerja
harian tentu mengalami tekanan dari segi ekonomi. Bahwa mereka kehilangan
pendapatan untuk menafkahi keluarga. Oleh karena peraturan menjaga jarak dan
penutupan beberapa usaha mengakibatkan pengusaha terpaksa memberhentikan pegawai
karena tidak mampu membayar gaji. Pekerja harian yang terhalang peraturan PSBB
untuk pergi bekerja akan kehilangan pendapatan. Hal ini tentu menjadi beban
pikiran bagi para pekerja ini.
Oleh karena itu,
bantuan sosial berupa uang dan kebutuhan pokok sangat dibutuhkan untuk menopang
kembali perekonomian pekerja tersebut. Lembaga sosial dan kemanusiaan serta
pemerintah gencar untuk memberikan bantuan sosial kepada pekerja dan masyarakat
terdampak covid-19 ini.
e.
Para
Perempuan penyintas kekerasan
Sebagai bentuk
pelaksanaan anjuran pemerintah untum tetap berada di rumah menjadikan
intensitas berada di rumah lebih banyak. Di tengah masalah ekonomi, tentu
keharmonisan keluarga menjadi semakin berkurang. Tidak jarang terjadi kasus
kekerasan dalam rumah tangga. Kasus kekerasan selama masa pandemi meningkag,
sehingga para perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga tentu harus
mendapat perhatian yang khusus.
Beberapa penyebab
terjadinya kasus kekerasan selama masa pandemi covid-19:
- Lebih banyak waktu berada di rumah bersama pelaku kekerasan
- Kadar stress yang meningkat
- Terisolasi dari jaringan dukungan sosial
- Terbatasnya akses untuk mendapatkan pelayanan kritis
Beberapa hal yang dapat
dilakukan untuk membantu perempuan
penyintas kekerasan selama masa pandemi:
- Membicarakan dengan keluarga, teman dan tetangga yang mendukung anda
- Hubungi layanan telpon dan akses informasi online jika diperlukan
- Mencari informasi terkait pelayanan penyintas kekerasan di daerah anda
f.
Lansia
dan orang-orang dengan penyakit tertentu
Lansia dan orang orang
dengan penyakit tertentu rentan tertular virus. Oleh karena itu dibutuhkan
perawatan maksimal terhadap mereka. Terutama orng-orang dengan penyakit kronis
seperti diabetes dan jantung. Ada beberapa cara menolong lansia dan orang-orang
dengan penyakit tertentu yang tinggal bersama anda:
- Jika merea menunjukkan gejala segera hubungi tenaga kesehatan
- Dukung mereka dalam menerapkan gaya hidup sehat
- Rajin memberishkan rumah dan pastikan ada pertukaran udara yang cukup di rumah
Selain perawatan
kesehatan fisik, juga perlu perawatan psikis untuk mereka agar terhindar dari
rasa kesepian, kecemasan dan kepanikan. Rajin berbicara dan bercerita tentang
berbagai hal yang menenangkan pikiran dapat membantu mereka merasa relax selama
masa pandemi
g. Penyandang Disabilitas
Berdasarkan penelitian penyandang
disabilitas juga rentan terhadap penularan virus covid-19 karena beberapa hal
berikut :
· Hambatan
fisik dalam mengakses fasilitas kebersihan
· Harus
menyentuh banyak benda
· Kesulitan
dalam menjaga jarak fisik
· Kesulitan
dalam mengakses informasi
Penyandang disabilitas dapat mengurangi resiko
terinfeksi dengan cara:
· Menghindari
keramaian
· Bekerja
di rumah
· Melakukan
disinfektan alat penunjang
· Mengumpulkan
benda-benda penting ke dalam suatu tempat.
Penyandang disabilitas sangat memerlukan bantuan
kita dalam menunjang kegiatan sehari-hari mereka yang tentunya mengalami
perubahan selama masa pendemi ini. Saling menguatkan dan mendengarkan cerita
satu sama lain dapat menjadi solusinya
h. Anak-anak
Menghadapi situasi saat
ini tentu sangat membingungkan bagi anak-anak. Mereka yang masih kecil belum
memiliki pengetahuan apapun tentang wabah dan virus. Mereka mungkin
bertanya-tanya kenapa sekolah harus dirumahkan dan sulit untuk beradaptasi
dengan sistem pembelajaran online. OLeh karena itu, sangat dibutuhkan
penjelasan dari orang tua kepada anak mengenai pandemi covid-19 ini dengan
bahasa yang mudah dipahami.
Oleh karena orang tua
juga bekerja dari rumah maka, waktu untuk mendampingi anak belajar di rumah
juga lebih banyak, terlebih ada anak-anak yang masih belum paham bagaimana cara
belajar online. Oleh karena itu, orang tua harus mendampingi anak ketika
belajar.
Untuk mencegah rasa
bosan karena terus berada di rumah, orang tua dapat mengatasi rasa bosan pada
anak dengan mengajak bermain di rumah atau mengajak anak berkebun di halaman
rumah.
Beberapa cara-cara dan
tips diatas dapat kita lakukan untuk mengurangi beban pikiran dan stress selama
masa pandemi. Pada intinya kita bersama-sama saling menguatkan dan mendengarkan
keluh kesah sesama serta memberi solusi terbaik dalam mengatasi masa pandemi
ini.
Sumber: WHO Indonesia

terima kasih informasinya ka!
BalasHapusSama sama ^^
HapusIya bener bgt si semenjak pandemi ini semua aspek kehidupan terkena dampaknya, semua merasakan bgt dampaknya baik segi ekonomi, pendidikan, pemerintahan dll. Pada intinya kita harus saling menguatkan agar tetep bisa melewati pandemi ini. Semangat!!
BalasHapusKita pasti bisa, semangat ^^
HapusSetuju bgt, banyak banget sekarang orang-orang yg bener-bener gembor-gemborin berita peningkatan covid apalah tapi mengesampingkan fakta bahwa tidak semua org memiliki mental penerimaan yg sama dalam artian ada beberapa dari pembaca berita tsb yg bisa saja terkena pressure ataupun menjadi rentan stress. Padahal rasa pressure pada mental juga berpengaruh sama sistem imun:((
BalasHapusSemangat terusss!!
Terimakasih atas masukannya
HapusTetap saling menyemangati dan mendengarkan keluh kesah sesama.Kita pasti bisa melewati ini ^^
Wahh setuju bgt.. Terima kasih tips nya kak :)
BalasHapusSama sama kak ^^
Hapus