Sabtu, 25 Juli 2020

Mengembangkan Potensi Nagari Melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNAG) di Nagari Simarasok



Berdasarkan pasal 87 UU No. 6 tahun 2014 tentang desa yang menyebutkan bahwa Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut dengan BUMDES (ayat 1), maka Nagari Simarasok pun turun merealisasikan UU tersebut dengan pengantar berupa surat menteri Pemerintah Desa dan membentuk BUMDES yang dikenal dengan BUMNAG pada tahun 2018 tepatnya pada tanggal 3 September 2018. Pemerintah Nagari Simarasok melalui Badan Musyawarah Nagari (BAMUS) mengadakan sosialisasi dan pembentukan BUMNAG. Terbentuknya BUMNAG diharapkan akan membuka lapangan kerja sekaligus menambah pendapatan nagari. Pada rapat tersebut juga dibentuk Tim Perumus BUMNAG yang memiliki tugas membuat draft Perna, Menyusun AD-ART, mengidentifikasi dan mencari potensi daerah yang nantinya akan diangkat menjadi sebuah program BUMNAG.
Pada Bulan Januari 2019, Pemerintah Nagari Simarasok membuka rekrutmen untuk  Pengurus BUMNAG hingga terbentuklah kepengurusan sebagai berikut:
a.     Direktur Utama        : Nofrian, DT. Tan Basa
b.     Direktur Keuangan   : Romzy
c.      Direktur Administrasi   : Zulfahmi
d.     Direktur Operasional    : Ramdani Tk. Bandaro Kayo
Unit Usaha BUMNAG Simarasok
Melalui BUMNAG ini diharapkan dapat mengembangkan potensi nagari yang belum disentuh sama sekali. Salah satu potensi nagari yang paling menjanjikan adalah Wisata Nagari, dimana Nagari Simaraso memiliki potensi yang sangat besar karena Nagari Simarasok memiliki surga wisata yang masih asri dan belum pernah dibuka untuk umum. Oleh karena itu, unit usaha BUMNAG dalam pembangunan wisata nagari membuatkan unit usaha pertama BUMNAG yang itu dalam bidang wisata arum jeram.
Nagari Simarasok dilalui oleh sungai Batang Agam yang memiliki arus yang cukup deras sehingga memiliki potensi untuk wisata air seperti wisata arum jeram. Oleh karena itu, BUMNAG membangun dermaga yang bertempat di Pinsi, Jorong Koto Tuo untuk Unit Usaha Arum Jeram ini.  Pembangunan Unit Usaha Arum Jeram dimulai dengan pembelian peralatan arum jeram, pembangunan kamar bilas dan dermaga arum jeram. Sayangnya peresmian unit usaha arum jeram untuk umum harus diundur pada awal tahun 2020 karena adanya penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia dan mulai dberlakukannya PSBB disejumlah wilayah termasuk Kabupaten Agam, Sumbar.
 Peresmian unit usaha ini direncanakan akan dilaksanakan pada Bulan Agustus 2020. Unit usaha Arum jeram sebagai realisasi wisata nagari diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar tempat wisata. Selain itu, Nagari Simarasok masih memiliki banyak wisata alam yang memiliki nilai ekonomi tetapi belum dikembangkan, diharapkan dengan adanya program BUMNAG dapat membantu membangun tempat-tempat wisata alam yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Selain unit usaha wisata nagari, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat BUMNAG sudah memiliki program usaha potensial seperti unit usaha penggemukan sapi potong, unit usaha penyediaan sembako grosir, penyediaan tabung gas LPG 3 kg, dan pengadaan ATK dan seragam sekolah. Namun, unit usaha tersebut masih dalam tahap persiapan karena anggaran dana untuk unit usaha tersebut belum turun. Tujuan adanya unit usaha diatas yaitu agar masyarakat nagari yang memiliki usaha dagang dapat memperoleh sembako yang murah dari toko unit usaha milik BUMNAG tersebut.
Wisata Nagari Simarasok
Simarasok memiliki potensi wisata alam yang bernilai ekonomi dan belum banyak diketahui orang. Objek wisata alam yang asri dan belum dibuka untuk publik, sehingga berpotensi menjadi objek wisata alam dan dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar objek wisata ini. Beberapa objek wisata alam yang diharapkan dapat dikembangkan di Nagari Simarasok.
Wisata Ngalau Agam Tabik
Ngalau Agam Tabik terletak di Jorong Koto Tuo Kenagarian Simarasok. Ngalau di Nagari Simarasok ini terkenal dengan penghasil sarang wallet yang terkenal. Sejak dahulu, ngalau agam tabik menjadi tempat mencari nafkah bagi pencari sarang wallet di Simarasok. Sarang burung wallet memiliki harga yang mahal karena bermanfaat untuk kesehatan. Namun. saat ini Ngalau Agam Tabik menjadi objek wisata alam yang indah tetapi dari segi ekonomi belum dibuka sebagai objek wisata yang komersil dan menghasilkan pendapatan. Diharapkan kedepannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar apabila objek wisata ini lebih dikembangkan lagi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar