Berdasarkan
pasal 87 UU No. 6 tahun 2014 tentang desa yang menyebutkan bahwa Desa dapat
mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut dengan BUMDES (ayat 1), maka
Nagari Simarasok pun turun merealisasikan UU tersebut dengan pengantar berupa
surat menteri Pemerintah Desa dan membentuk BUMDES yang dikenal dengan BUMNAG
pada tahun 2018 tepatnya pada tanggal 3 September 2018. Pemerintah Nagari
Simarasok melalui Badan Musyawarah Nagari (BAMUS) mengadakan sosialisasi dan
pembentukan BUMNAG. Terbentuknya BUMNAG diharapkan akan membuka lapangan kerja
sekaligus menambah pendapatan nagari. Pada rapat tersebut juga dibentuk Tim
Perumus BUMNAG yang memiliki tugas membuat draft Perna, Menyusun AD-ART,
mengidentifikasi dan mencari potensi daerah yang nantinya akan diangkat menjadi
sebuah program BUMNAG.
Pada Bulan Januari
2019, Pemerintah Nagari Simarasok membuka rekrutmen untuk Pengurus BUMNAG hingga terbentuklah
kepengurusan sebagai berikut:
a.
Direktur Utama : Nofrian, DT. Tan Basa
b.
Direktur Keuangan : Romzy
c.
Direktur Administrasi : Zulfahmi
d.
Direktur Operasional : Ramdani Tk. Bandaro Kayo
Unit
Usaha BUMNAG Simarasok
Melalui BUMNAG
ini diharapkan dapat mengembangkan potensi nagari yang belum disentuh sama
sekali. Salah satu potensi nagari yang paling menjanjikan adalah Wisata Nagari,
dimana Nagari Simaraso memiliki potensi yang sangat besar karena Nagari
Simarasok memiliki surga wisata yang masih asri dan belum pernah dibuka untuk
umum. Oleh karena itu, unit usaha BUMNAG dalam pembangunan wisata nagari
membuatkan unit usaha pertama BUMNAG yang itu dalam bidang wisata arum jeram.
Nagari Simarasok
dilalui oleh sungai Batang Agam yang memiliki arus yang cukup deras sehingga
memiliki potensi untuk wisata air seperti wisata arum jeram. Oleh karena itu,
BUMNAG membangun dermaga yang bertempat di Pinsi, Jorong Koto Tuo untuk Unit
Usaha Arum Jeram ini. Pembangunan Unit
Usaha Arum Jeram dimulai dengan pembelian peralatan arum jeram, pembangunan
kamar bilas dan dermaga arum jeram. Sayangnya peresmian unit usaha arum jeram
untuk umum harus diundur pada awal tahun 2020 karena adanya penyebaran wabah
Covid-19 di Indonesia dan mulai dberlakukannya PSBB disejumlah wilayah termasuk
Kabupaten Agam, Sumbar.
Peresmian unit usaha ini direncanakan akan
dilaksanakan pada Bulan Agustus 2020. Unit usaha Arum jeram sebagai realisasi
wisata nagari diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar
tempat wisata. Selain itu, Nagari Simarasok masih memiliki banyak wisata alam
yang memiliki nilai ekonomi tetapi belum dikembangkan, diharapkan dengan adanya
program BUMNAG dapat membantu membangun tempat-tempat wisata alam yang dapat
meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Selain unit
usaha wisata nagari, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat BUMNAG sudah
memiliki program usaha potensial seperti unit usaha penggemukan sapi potong, unit
usaha penyediaan sembako grosir, penyediaan tabung gas LPG 3 kg, dan pengadaan
ATK dan seragam sekolah. Namun, unit usaha tersebut masih dalam tahap persiapan
karena anggaran dana untuk unit usaha tersebut belum turun. Tujuan adanya unit
usaha diatas yaitu agar masyarakat nagari yang memiliki usaha dagang dapat
memperoleh sembako yang murah dari toko unit usaha milik BUMNAG tersebut.
Wisata
Nagari Simarasok
Simarasok
memiliki potensi wisata alam yang bernilai ekonomi dan belum banyak diketahui
orang. Objek wisata alam yang asri dan belum dibuka untuk publik, sehingga
berpotensi menjadi objek wisata alam dan dapat meningkatkan nilai ekonomi
masyarakat sekitar objek wisata ini. Beberapa objek wisata alam yang diharapkan
dapat dikembangkan di Nagari Simarasok.
Wisata
Ngalau Agam Tabik
Ngalau Agam
Tabik terletak di Jorong Koto Tuo Kenagarian Simarasok. Ngalau di Nagari
Simarasok ini terkenal dengan penghasil sarang wallet yang terkenal. Sejak
dahulu, ngalau agam tabik menjadi tempat mencari nafkah bagi pencari sarang
wallet di Simarasok. Sarang burung wallet memiliki harga yang mahal karena
bermanfaat untuk kesehatan. Namun. saat ini Ngalau Agam Tabik menjadi objek
wisata alam yang indah tetapi dari segi ekonomi belum dibuka sebagai objek
wisata yang komersil dan menghasilkan pendapatan. Diharapkan kedepannya dapat
meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar apabila objek wisata ini lebih
dikembangkan lagi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar