Sejarah Upacara Tabuik di Pariaman
Pariaman
adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Simatra Barat.Di daerah ini
terdapat suatu pesta adat yang disebut Pesta Tabuik .Kata Tabuik berasal dari
Bahasa Arab dapat mempunyai bebarapa pengertian.Pertama,Tabuik diartikan
sebagai “Keranda” atau “Peti Mati”.Sedangkan,pengertian yang lain mengatakan
Tabuik adalah peti pusaka peninggalan Nabi Musa yang digunakan untuk menyimpan
naskah perjanjian Bani Israil dengan Allah.Perayaan Tabuik yang diselenggarakan
setiap 1-10 Muharram adalah suatu upacara untuk memperingati meninggalnya
Husein (cucu Nabi Muhammad Saw) pada 61 Hijriah/580 Masehi.Ia dipenggal
kepalanya oleh tentara Muawiyah dalam Perang Karbala di Padang Karbala,Irak.Kematian
tersebut diratapi oleh kaum Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka
sendiri.Akhirnya tradisi mengenang cucu Rasulullah ini menyebar ke seluruh negara
dengan cara yang berbeda-beda.Di Indonesia,selain di Pariaman ritual ini juga
dilakukan di Bengkulu.Dalam perayaan ini,tabuik melambangkan janji Muawiyah
untuk meyerahkan tongkat kekhalifahan umat islam,setelah ia meninggal.Namun
,Janji itu ternyata dilanggar dengan mengangkat Jasid,anaknya sebagai putra
mahkota.
*
Tabuik dibawa oleh orang-orang Arab
aliran Syiah yang datang ke Pulau Sumatra untuk berdagang.Adapun,menurut
catatan Snouck Hurgronje yang mengatakan bahwa tradisi tabuik masuk ke Sumatra
abad ke 14 M tatkala Hikayat Muhammad diterjemahkan kedalam Bahasa
Melayu,melalui buku itu ritual tabuik dipelajari oleh anak nagari.Adapula yang
menyebutkan tabuik dibawa oleh Bangsa
Cipei/Sepoy yang dipimpin oleh Imam Kadar Ali.Bangsa Cipei/Sepoy ini berasal
dari India yang dijadikan serdadu oleh Inggris untuk menguasai Bengkulu dari
tangan Belanda.Orang-orang Cipei/Sepoy ini setiap tahun mengadadakan peringatan
kematian Husein sehingga ritual ini juga diikuti oleh masyarakat sekitar
Bengkulu sehingga menyebar pula hingga ke Painan,Pariaman,Padang,AcehManinjau,Pidi,Meulabouh,
dan Singkil.Di Bengkulu sendiri disebut dengan Tabot.Di Pariaman,awalnya Tabuik
diselenggarakan oleh Anak Nagari dalam bentuk Tabuik adat.Namun,seiring dengan
banyaknya wisatawan yang berdatangan ,pada tahun 1974 pengelolaan Tabuik
diambil alih oleh Pemerintah Daerah setempat dan dijadikan Tabuik wisata.
**
Sebelum upacara adat tabuik
dilaksanakan,dilakukan pembuatan Tabuik di dua tempat,yaitu di pasar (tabuik
pasar) dan subarang (tabuik subarang).Kedua tempat tersebut dipisahkan oleh sungai
yang membelah Kota Pariaman.Tabuik yang dibuat di kedua tempat ini terdiri atas
dua bagian (atas dan bawah) yang
tingginya dapat mencapai12 meter.Bagian atas mewakili keranda yang berbentuk
menara yang dihiasi dengan bunga dan kain beludru bewarna-warni.Sedangkan
bagian bawah berbentuk kuda,bersayap,berekor dan berkepala manusia.Bagian bawah
ini mewakili bentuk Burung Buraq yang dipercaya membawa Imam Husein ke langit
menghadap Yang Kuasa.Kedua bagian ini akan disatukan dengan cara bagian atas
diusung secara beramai-ramai untuk disatukan dengan bagian bawah.Setelah itu berturut-turut
dipasang sayap,ekor,bunga-bunga salapan dan terakhir kepala.Untuk menambah
semangat pengusung tabuik biasanya diiringi dengan musik gendang tasa.Gendang tasa
adalah sebutan bagi kelompok pemain gendang yang berjumlah tujuh orang.Mereka
bertugas mengiringi acara penyatuan tabuik (tabuik naik pangkat).Gendang ini
ada dua jenis , tasa didiang yang dibuat dari tanah liat yang diolah dan yang
terbuat dari plastik atau fiber.
***
Selama
pesta yang lamanya 10 hari ada pertunjukan-pertunjukan lain seperti pawai
tasawuf,pengajian yang melibatkan ibu-ibu dan murid-murid TPA dan Madrasah se
Kota Pariaman,grup drum band,tari-tarian,musik gambus dan atraksi Debus khas
Pariaman.
****
Setelah
penyatuan tabuik selesai, yang merupakan personifikasi dari dua pasukan yang
akan berperang dipajang berhadap-hadapan.Dalam acara adat tabuik yang lamanya
10 hari ada beberapa tahap yang harus dilalui.Pertama,pembuatan tabuk dan kedua
tabuik naik pangkat atau menyatukan tabuik yang telah dibuat serta yang ketiga
maambiak tanah (mengambil tanah) yang dilakukan pada saat adzan maghrib.pengambilan
tanah itu mengandung makna bahwa manusia berasal dari tanah.Setelah diambil
tanah tersebut diarak oleh ratusan orang dan akhirnya disimpan dalam daraga
yang berukuran 3x3 meter,kemudian dibalut dengan kain putih.Lalu diletakkan
kedalam peti yang bernama tabuik.Keempat
adalah mengambil tanaman pisang yang ditanamkan di dekat pusara.Kelima,Mengarak
panja yang berisi jari-jari palsu keliling kota.Mengarak panja merupakan
pencerminanpemberitahuan kepada pengikut Husein bahwa jari-jari tangan Husein
yang meninggal telah ditemukan.Prosesi yang keenam adalah membawa sorban berkeliling
yang menandakan bahwa Husein telah dipenggal.Dan prosesi akhir yaitu membuang
tabuik ke laut.
*****
Masing-masing
tabuik dibawa oleh delapan pria .Menjelang senja kedua tabuik depertemukan
kembali di Pantai Gondariah.Ini merupakan puncak acara dari upacara tabuik
karena, kedua tabuik akan diadukan layaknya di Padang Karbala .Menjelang
matahari terbenam kedua tabuik di buang ke laut.Dengan begitu berakhirlah
segala prosesi upacara selama 10 hari.Pembuangan tabuik ini merupakan suatu
bentuk kesepakatan masyarakat untuk membuang perselisihan dan segenap sengketa
antara mereka .Selain itu,pembuangan tabuik ini juga melambangakan terbangnya
Buraq yang membawa jasad Husein ke surga.
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar