Senin, 10 Oktober 2016

MEMPRODUKSI TEKS SEJARAH

           


Sejarah Upacara Tabuik di Pariaman 




 Pariaman adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Simatra Barat.Di daerah ini terdapat suatu pesta adat yang disebut Pesta Tabuik .Kata Tabuik berasal dari Bahasa Arab dapat mempunyai bebarapa pengertian.Pertama,Tabuik diartikan sebagai “Keranda” atau “Peti Mati”.Sedangkan,pengertian yang lain mengatakan Tabuik adalah peti pusaka peninggalan Nabi Musa yang digunakan untuk menyimpan naskah perjanjian Bani Israil dengan Allah.Perayaan Tabuik yang diselenggarakan setiap 1-10 Muharram adalah suatu upacara untuk memperingati meninggalnya Husein (cucu Nabi Muhammad Saw) pada 61 Hijriah/580 Masehi.Ia dipenggal kepalanya oleh tentara Muawiyah dalam Perang Karbala di Padang Karbala,Irak.Kematian tersebut diratapi oleh kaum Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri.Akhirnya tradisi mengenang cucu Rasulullah ini menyebar ke seluruh negara dengan cara yang berbeda-beda.Di Indonesia,selain di Pariaman ritual ini juga dilakukan di Bengkulu.Dalam perayaan ini,tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk meyerahkan tongkat kekhalifahan umat islam,setelah ia meninggal.Namun ,Janji itu ternyata dilanggar dengan mengangkat Jasid,anaknya sebagai putra mahkota.
*
            Tabuik dibawa oleh orang-orang Arab aliran Syiah yang datang ke Pulau Sumatra untuk berdagang.Adapun,menurut catatan Snouck Hurgronje yang mengatakan bahwa tradisi tabuik masuk ke Sumatra abad ke 14 M tatkala Hikayat Muhammad diterjemahkan kedalam Bahasa Melayu,melalui buku itu ritual tabuik dipelajari oleh anak nagari.Adapula yang menyebutkan tabuik  dibawa oleh Bangsa Cipei/Sepoy yang dipimpin oleh Imam Kadar Ali.Bangsa Cipei/Sepoy ini berasal dari India yang dijadikan serdadu oleh Inggris untuk menguasai Bengkulu dari tangan Belanda.Orang-orang Cipei/Sepoy ini setiap tahun mengadadakan peringatan kematian Husein sehingga ritual ini juga diikuti oleh masyarakat sekitar Bengkulu sehingga menyebar pula hingga ke Painan,Pariaman,Padang,AcehManinjau,Pidi,Meulabouh, dan Singkil.Di Bengkulu sendiri disebut dengan Tabot.Di Pariaman,awalnya Tabuik diselenggarakan oleh Anak Nagari dalam bentuk Tabuik adat.Namun,seiring dengan banyaknya wisatawan yang berdatangan ,pada tahun 1974 pengelolaan Tabuik diambil alih oleh Pemerintah Daerah setempat dan dijadikan Tabuik wisata.
**
            Sebelum upacara adat tabuik dilaksanakan,dilakukan pembuatan Tabuik di dua tempat,yaitu di pasar (tabuik pasar) dan subarang (tabuik subarang).Kedua tempat tersebut dipisahkan oleh sungai yang membelah Kota Pariaman.Tabuik yang dibuat di kedua tempat ini terdiri atas dua bagian  (atas dan bawah) yang tingginya dapat mencapai12 meter.Bagian atas mewakili keranda yang berbentuk menara yang dihiasi dengan bunga dan kain beludru bewarna-warni.Sedangkan bagian bawah berbentuk kuda,bersayap,berekor dan berkepala manusia.Bagian bawah ini mewakili bentuk Burung Buraq yang dipercaya membawa Imam Husein ke langit menghadap Yang Kuasa.Kedua bagian ini akan disatukan dengan cara bagian atas diusung secara beramai-ramai untuk disatukan dengan bagian bawah.Setelah itu berturut-turut dipasang sayap,ekor,bunga-bunga salapan dan terakhir kepala.Untuk menambah semangat pengusung tabuik biasanya diiringi dengan musik gendang tasa.Gendang tasa adalah sebutan bagi kelompok pemain gendang yang berjumlah tujuh orang.Mereka bertugas mengiringi acara penyatuan tabuik (tabuik naik pangkat).Gendang ini ada dua jenis , tasa didiang yang dibuat dari tanah liat yang diolah dan yang terbuat dari plastik atau fiber.
***
Selama pesta yang lamanya 10 hari ada pertunjukan-pertunjukan lain seperti pawai tasawuf,pengajian yang melibatkan ibu-ibu dan murid-murid TPA dan Madrasah se Kota Pariaman,grup drum band,tari-tarian,musik gambus dan atraksi Debus khas Pariaman.
****
Setelah penyatuan tabuik selesai, yang merupakan personifikasi dari dua pasukan yang akan berperang dipajang berhadap-hadapan.Dalam acara adat tabuik yang lamanya 10 hari ada beberapa tahap yang harus dilalui.Pertama,pembuatan tabuk dan kedua tabuik naik pangkat atau menyatukan tabuik yang telah dibuat serta yang ketiga maambiak tanah (mengambil tanah) yang dilakukan pada saat adzan maghrib.pengambilan tanah itu mengandung makna bahwa manusia berasal dari tanah.Setelah diambil tanah tersebut diarak oleh ratusan orang dan akhirnya disimpan dalam daraga yang berukuran 3x3 meter,kemudian dibalut dengan kain putih.Lalu diletakkan kedalam peti yang bernama tabuik.Keempat  adalah mengambil tanaman pisang yang ditanamkan di dekat pusara.Kelima,Mengarak panja yang berisi jari-jari palsu keliling kota.Mengarak panja merupakan pencerminanpemberitahuan kepada pengikut Husein bahwa jari-jari tangan Husein yang meninggal telah ditemukan.Prosesi yang keenam adalah membawa sorban berkeliling yang menandakan bahwa Husein telah dipenggal.Dan prosesi akhir yaitu membuang tabuik ke laut.
*****
Masing-masing tabuik dibawa oleh delapan pria .Menjelang senja kedua tabuik depertemukan kembali di Pantai Gondariah.Ini merupakan puncak acara dari upacara tabuik karena, kedua tabuik akan diadukan layaknya di Padang Karbala .Menjelang matahari terbenam kedua tabuik di buang ke laut.Dengan begitu berakhirlah segala prosesi upacara selama 10 hari.Pembuangan tabuik ini merupakan suatu bentuk kesepakatan masyarakat untuk membuang perselisihan dan segenap sengketa antara mereka .Selain itu,pembuangan tabuik ini juga melambangakan terbangnya Buraq yang membawa jasad Husein ke surga.
******